Kamis, 29 Oktober 2015

Bakso

Hujan menjadi sahabat siang ini. Daun-daun tertunduk, malu rupanya dengan kedatangan tamu dari negeri awan. Para penjual berteduh di atap yang tak seberapa besar sambil meringkuk mencari sejengkal hangat. Dagangan dengan asap mengepul dan sedikit uap Bakso. entah mengapa hangat bakso mengingatkanku tentang dirinya. tentang makanan kesukaannya,, tentang bagaimana cara dia mencicipinya dengan raut wajah dengan penuh kehangatan.. aku rindu untuk makan bersama dengan dirinya.

Aku? Sedikit basah, tapi senang dosennya datang juga